Jakarta, URBVOX – Sebagian besar komoditas pangan di pasar tradisional mengalami koreksi harga ke arah penurunan pada hari ini.
Data yang dikumpulkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada pukul 08.50 waktu Indonesia bagian barat (WIB) mencatat berbagai jenis beras, minyak goreng dalam berbagai kemasan, gula, telur, daging ayam dan sapi, serta sejumlah varietas cabai dan bawang putih turun harga.
Melansir Bloomberg Technoz, beras kualitas bawah I misalnya, harganya kini Rp14.500 per kilogram (kg) setelah turun 0,68% atau Rp100. Beras kualitas bawah II juga terkoreksi 6,57% atau Rp950 menjadi Rp13.500 per kg.
Untuk beras kualitas medium I, harga turun 5,56% atau Rp900 menjadi Rp15.300 per kilogram, sedangkan beras kualitas medium II turun 8,41% menjadi Rp14.700 per kg.
Beras kualitas super I kini dihargai Rp16.000 per kilogram setelah turun 8,31%, dan beras kualitas super II turun 8,55% menjadi Rp15.500 per kg.
Minyak Goreng dan Gula Turun Signifikan
Minyak goreng curah di pasar tradisional terpantau turun 0,73% atau Rp150 menjadi Rp20.500 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerk 1 turun 8,52% menjadi Rp22.000 per kg, dan minyak goreng kemasan bermerk 2 turun 11,64% menjadi Rp20.500 per kilogram.
Gula pasir lokal turun 11,23% menjadi Rp17.000 per kg, sementara gula pasir kualitas premium turun 6,17% menjadi Rp19.000 per kilogram.
Harga Telur, Daging, dan Cabai Merosot
Telur ayam ras segar turun 14,47% menjadi Rp26.000 per kg. Daging ayam ras segar turun 15,36% menjadi Rp32.500 per kilogram. Daging sapi kualitas 1 turun 12,78% menjadi Rp130.000 per kg, dan daging sapi kualitas 2 turun 14,74% menjadi Rp120.000 per kilogram.
Cabai merah besar turun 14,26% menjadi Rp55.000 per kg. Cabai merah keriting turun 5,5% atau Rp3.400 menjadi Rp58.400 per kilogram. Cabai rawit hijau anjlok 46,62% menjadi Rp30.000 per kg, dan cabai rawit merah turun 6,29% menjadi Rp70.000 per kilogram.
Bawang putih ukuran sedang turun 1,3% atau Rp500 menjadi Rp38.000 per kg. Namun, bawang merah ukuran sedang justru naik 6,08% atau Rp3.150 menjadi Rp55.000 per kilogram, menjadi satu-satunya komoditas yang harganya menguat di tengah tren penurunan mayoritas harga pangan.






