Serangan hama semut di polytunnel bisa menjadi masalah besar, terutama ketika mereka merusak tanaman muda yang rentan, seperti yang dialami Liz dari Cornwall.
“Saya sudah mencoba berbagai metode organik: paprika, bubuk cabai, cuka putih, dan menyiram sarang dengan air, tetapi tidak berhasil. Ada saran lain?” tanya Liz, seperti dikutip dari Telegraph.
Menanam tanaman di polytunnel sudah cukup menantang, apalagi dengan kehadiran ratusan, bahkan ribuan, semut.
Meski keberadaan semut di kebun atau rumah sering kali mengganggu, mereka sebenarnya berperan penting dalam ekosistem, menjadi makanan bagi burung dan mamalia.
Di halaman rumput, tumpukan tanah dari sarang semut bisa diatasi dengan membersihkannya sebelum memotong rumput agar tidak merusak rumput. Di tumpukan kompos, sarang semut justru membantu aerasi, mempercepat proses pengomposan tanpa banyak kerusakan.

Namun, semut bisa merusak tanaman muda, terutama yang tumbuh rendah seperti tanaman alpine atau dalam pot, karena penggalian tanah mereka dapat mengganggu akar. Kondisi polytunnel yang hangat dan kering menjadi lingkungan ideal bagi semut untuk bersarang.
Ada beberapa cara untuk mengurangi kehadiran semut di polytunnel tanpa harus memusnahkannya, karena menghilangkan semut sepenuhnya bisa merusak ekosistem kebun.
Pertama, ubah kondisi tanah agar kurang menarik bagi semut, mendorong mereka pindah ke area yang tidak mengganggu.
Menjaga tanah tetap subur dan lembap di lingkungan tertutup seperti polytunnel memang sulit, terutama karena tidak ada hujan alami.
Tanah yang diabaikan selama musim dingin sering kali menjadi kering seperti serbuk kayu, padahal tanaman seperti tomat dan mentimun membutuhkan tanah yang kaya dan lembap. Cobalah secara rutin menaburkan mulsa dan menyiram tanah terbuka di dalam polytunnel agar area tersebut kurang ramah bagi semut.
Kedua, gunakan nematoda (parasit mikroskopis) seperti Steinernema feltiae (tersedia secara online), yang menyerang larva semut tanpa membunuh semut dewasa.
Kombinasi tanah lembap dan kehadiran nematoda dapat mendorong semut untuk pindah ke lokasi lain di luar polytunnel yang tidak terlalu sensitif.
Terakhir, jika kamu menggunakan meja atau rak di polytunnel, oleskan petroleum jelly pada kaki meja untuk mencegah semut memanjat dan mengganggu tanaman dalam pot, yang rentan terhadap kerusakan akibat penggalian.
Meskipun semut jarang merusak tanaman yang ditanam langsung di tanah, mereka dapat memperparah kerusakan dengan melindungi hama pengisap getah seperti kutu daun, yang menghasilkan embun madu. Proses ini sering disebut sebagai semut “memelihara” kutu daun.
Keberadaan semut bisa merugikan tanaman karena mereka melindungi kutu daun dari predator seperti kepik, sehingga populasi kutu daun meningkat dan melemahkan tanaman dengan mengurangi kemampuan fotosintesisnya.
Untuk mengatasinya, pantau populasi kutu daun di kebunmu dan gunakan SB Plant Invigorator sekali atau dua kali seminggu saat terjadi wabah untuk mengendalikan jumlahnya.

